Ciri Setiap Fase Demam Berdarah

Demam berdarah atau DBD merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan di tanah air. Iklim tropis di Indonesia ini memang menjadi tempat favorit bagi nyamuk aedes aegypti untuk berkembang-biak. Nyamuk tersebut kemudian menularkan virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Ciri ciri demam berdarah sendiri bisa dikenali melalui gejala yang timbul, seperti berikut.

Gejala Demam Berdarah

Ada 3 proses atau fase demam berdarah dengan gejala-gejala tertentu, dan berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Fase demam

Fase pertama setelah inkubasi virus adalah demam. Biasanya demam tinggi selama beberapa hari dengan suhu tubuh yang bisa mencapai 40 derajat celcius. Pada fase pertama ini ada gejala lain seperti sakit kepala dan ruam merah pada kulit. Ruam merah sering muncul pada hari pertama demam. Gejala lain yang hanya muncul pada sebagian kasus adalah mual dan muntah. Gejala-gejala tersebut muncul pada fase pertama DBD. Gejalanya yang hampir sama dengan penyakit lain membuat fase DBD ini terkadang dianggap bukan DBD. Umumnya dokter akan melakukan pengecekan di laboratorium untuk memastikan DBD atau demam lain. Gejala awal DBD memang sering sama seperti penyakit demam biasa atau tifus. Namun DBD biasanya dikenali dari gejala nyeri pada otot.

Fase kritis

Setelah melewati masa demam, DBD berlanjut ke fase kedua yang biasanya demam turun. Pada hari ke 3 sampai 5 demam tinggi akan turun. Sayangnya banyak yang menganggap sudah sembuh. Fase ini memang menipu karena demam turun justru sedang memasuki fase kritis demam berdarah. Pada fase ini ada beberapa gangguan kesehatan seperti organ tubuh yang tidak bekerja normal. Ciri ciri demam berdarah memasuki fase kritis selain demam turun, biasanya ada gangguan di sistem pencernaan. Masalah tersebut muncul bersama dengan syok akibat DBD atau yang biasa disebut dengue shock syndrome. Pada fase kritis ini pengobatan sangat dibutuhkan dan tidak boleh terlambat.

Fase pemulihan

Jika berhasil melewati fase kritis DBS, maka berlanjut ke fase pemulihan. Pada fase ini bisa muncul ruam tambahan pada kulit. Mungkin beberapa kasus pada fase pemulihan ini demam kembali terjadi. Namun tidak terlalu parah seperti pada gejala yang muncul di fase pertama. Pada fase pemulihan ini, pasien DBD harus tetap diawasi dan diberi obat hingga benar-benar sembuh dari demam berdarah.

Itulah beberapa gejala yang bisa timbul sebagai ciri ciri demam berdarah. Untuk memastikannya, akan lebih baik jika melakukan pemeriksaan darah ke pusat kesehatan setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top